Page 81 - KTSP SMA 10 PWR
P. 81
eksploratif, dan memaksimalkan pembelajaran yang bersifat simulasi. Serta
dilakukan melalui pen-dekatan model Design thinking
e. Pendidikan kewirausahaan dapat dikembangkan melalui pembelajaran
terintegrasi, berpusat pada peserta didik, memanfaatkan teknologi, kreatif,
kerja sama dalam belajar dan melakukannya. Penintegrasian konsep
kewirausahaan dilakukan melalui analisa kompetensi dasar dari mata
pelajaran yang termuat dalam struktur kurikulum, mencantumkan nilai-nilai
kewirausahaan dalam perencanaan pembelajaran, mengembangkan langkah
pembelajaran yang memungkinkan peserta didik berkesempatan melakukan
integrasi nilai kewirausahaan dan menunjukannya dalam peri-laku.
f. Pendidikan kewirausahaan dapat juga dilakukan terpadu pada kegiatan
ekstrakurikuler. Melalui kegiatan ekstrakurikuler siswa dapat membentuk
kelompok ekstra kewirausahaan yang dapat mengembangkan potensi, bakat
dan minat peserta didik dalam berwirausaha.
g. Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dilakukan oleh kepala sekolah,
pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik secara bersama-sama
sebagai suatu komunitas pendidikan.
4) Implementasi Program Kewirusahaan di SMA Negeri 10 Purworejo
a. Pemetaaan Potensi Lokal dan Ide Bisnis
Kegiatan pemetaan potensi lokal. Kegiatan ini dilaksanakan untuk
mempersiapkan pelaksanaan FGD (Forum Grup Discusion) guna
memetakan potensi dan ide bisnis
Kegiatan yang dilaksanakan adalah Kegiatan persiapan FGD,
Pelaksanaan FGD dan Pelaporan FGD dengan menggunakan pendekatan
Design Thinking.
Hasil yang telah dicapai berupa mendapatkan potensi ide tema
kewirausahaan dengan mengangkat keunggulan local yang akan
dikembangkan oleh sekolah sebagai program kewirausahaan.
b. Pelatihan dan Motivasi dari Wirausahawan
Tujuan dari Kegiatan Pelatihan dan Motivasi dari wirausahawan
adalah mampu membangun jiwa kewirausahaan pada diri peserta didik
dan guru, mengembangkan praktik-praktik kewirausahaan sesuai dengan
potensi, keunggulan local dan pengalaman praktis yang dimiliki
motivator.
79 | 170

