Page 66 - KTSP SMA 10 PWR
P. 66
kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan
sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak
lingkungan yang negatif. Tujuan Program Satu Anak Satu Pohon (Satwa
Tupon) adalah menciptakan kondisi yang baik sekolah untuk menjadi
tempat pembelajaran penyadaran warga sekolah, sehingga kemudian hari
warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya
penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan utama Program Satu Anak Satu Pohon (Satwa Tupon) adalah
mewujudkan kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan
bagi sekolah.
Program Satu Anak Satu Pohon (Satwa Tupon) dilaksanakan setiap
hari dengan cara menyiangi, memupuk, menyiram, dan membuang rating
atau daun kering. Program ini boleh dilaksanakan sebelum kegiatan KBM,
ketika istirahat, maupun setelah KBM. Adapun pohon yang dirawat oleh
peserta didik adalah pohon-pohon yang sudah dipilih oleh mereka sendiri.
Hal ini dimaksudkan untuk memupuk rasa tanggung jawab. Pohon-pohon
yang dirawat akan diberi label berisi identitas pohon dan nama peserta
didik yang merawatnya. Pohon yang menjadi objek program ini adalah
seluruh pohon di lingkungan sekolah.
3. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Berbasis Masyarakat.
PPK Berbasis Masyarakat merupakan penguatan pendidikan karakter
yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan untuk membentuk karakter siswa
dengan melibatkan peran serta masyarakat.
1) Tujuan dan Dasar Program PPK Berbasis Masyarakat
Pendekatan PPK berbasis masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk
a. memperkuat peranan orang tua sebagai pemangku kepentingan utama
pendidikan dan Komite Sekolah sebagai lembaga partisipasi
masyarakat yang memjunjung tinggi prinsip gotong royong.
b. Melibatkan dan memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber
pembelajaran seperti keberadaan dan dukungan pengiat seni dan
budaya, tokoh masyarakat, alumni, dunia usaha dan dunia industri.
64 | 170

