Page 61 - KTSP SMA 10 PWR
P. 61
relasional antaranggota kelas. Relasi yang sebagian besar terjadi di dalam kelas
adalah relasi pribadi antara guru dan siswa dan antarindividu/ siswa. Relasi
antarkomunitas kelas ini akan memengaruhi kelas ini akan memengaruhi
keberhasilan proses belajar di dalam kelas.
Relasi di dalam kelas terjadi karena guru melakukan sesuatu dengan siswa
mengenai hal yang dipelajari. Demikian pula ada berbagai macam metode
pembelajaran yang disesuaikan dengan yang dipelajari dan mengarahkan siswa
agar belajar dengan baik. Proses belajar mengajar di kelas menjadi suatu
dinamika yang mengalir, yang memerlukan kemampuan kompetensi yang
kompleks, karena interaksi dalam kelas selalu local dan actual.
Kompleksitas hubungan dalam pembelajaran adalah ciri kan sebuah kelas.
Setiap peristiwa akan menyisakan pengalaman yang berbeda. Oleh karena itu,
akan selalu ada interaksi antara guru dan siswa dengan materi pembelajaran itu
sendiri. Percakapan yang membuat relasi di dalam kelas senantiasa menjadi
kompleks, menantang dan tidak terduga.Pendidikan karakter merupakan usaha
sadar. Oleh karena itu, proses pembelajaran dan interaksi di dalam kelas yang
dijiwai semangat pendidikan karakter yang dikembangkan oleh kesadaran dan
perencanaan. Jika tidak karakter berbasis kelas tidak akan muncu. Setiap proses
belajar mengajar di dalam kelas memiliki potensi untuk membentuk
karaktersiswa dan langkah awal yang baik untuk pengembangan karakter kelas.
Ciri Pendidikan Berbasis Kelas di SMA Negeri 10 Purworejo
Pendidikan berbasis kelas merupakan locus educationnis utama untuk
praktik pendidikan karakter di SMA Negeri 10 Purworejo. Ciri pendidikan
karakter berbasis kelas yang didesain untuk diterapkan di SMA Negeri 10
Purworejo adalah
a. Guru Sebagai Fasilitator Pembelajaran
Guru memiliki tugassebagai fasilitator dan pendamping bagi siswa dalam
proses pembelajaran. Tugas yang dipahami adalah mempermudah siswa
untuk memahami materi-materi.
b. Guru Sebagai Motivator
Peran guru dalam bentuk ini adalah guru memberikan bantuan bagi siswa
dalam belajar. Motivasi ini harus ditumbuhkan terus-menerus dari hari ke
hari, diulang-ulang agar anak-anak dapat menyadari
c. Program Guru Sebagai Motivator
59 | 170

