Page 60 - KTSP SMA 10 PWR
P. 60

5)  Penilaian
                             Penilaian  dilakukan  pada  tingkat  pendidik  dan  evaluasi  dilakukan  pada

                             tingkat  satuan  pendidikan  dengan  menerapkan  prinsip-prinsip  penilaian

                             sikap dan keterampilan.
                             Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 20 Tahun 2018 tentang

                        Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada Satuan Pendidikan Formal, PPK pada
                        satuan  pendidikan  formal    diselenggarakan  dengan  mengoptimalkan  fungsi

                        kemitraan tripusat    pendidikan yang meliputi sekolah, keluarga dan masyarakat

                        (Pasal 5 ayat 1). PPK yang mengoptimalkan fungsi kemitraan tripusat pendidikan
                        dilaksanakan dengan pendekatan berbasis kelas, budaya sekolah dan Masyarakat

                        (Pasal 6 ayat 1). PPK dilaksanakan untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
                        pendidikan  karakter    yang  meliputi  banyak  nilai,  (Pasal  2  ayat  1).  Nilai-nilai

                        Pancasila  dalam  PPK  merupakan  perwujudan  dari    5  nilai  utama  yang  saling

                        berkaitan,  yaitu  religiusitas,  nasionalisme,  kemandirian,  gotong  royong  dan
                        integritas (Pasal 2 ayat 2).

                        1.  Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis (PPK) Berbasis Kelas
                           Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), dilakukan dengan cara:

                           a.  Integrasi proses pembelajaran di dalam kelas melalui isi kurikulum dalam
                               mata pelajaran, baik secara tematik maupun terintegrasi.

                           b.  Memperkuat  manajemen  kelas  dalam  pilihan  metodologi  dan  evaluasi

                               pengajaran yang tepat.
                           c.  Mengembangkan muatan local sesuai dengan kebutuhan daerah.

                                Desain pendidikan karakter berbasis kelas berkaitan dengan guru sebagai
                           pendidik  dan  siswa  sebagai  pembelajar  dalam  kelas.  Pendidikan  karakter

                           adalah  proses  relasional  komunitas  kelas  dalam  proses  pembelajaran.  Relasi

                           antara guru dan pembelajar bukan monolog, melainkan dengan dialog dengan
                           banyak arah. Semua unsur di dalam kelas sama-sama terlibat dengan materi.

                           Keterlibatan  semua  unsur  di  dalam  kelas  ini  akan  mendukung  terciptanya
                           kenyamanan dalam proses pembelajaran.

                                Pendidikan  karakter  berbasis  kelas  mempergunakan  kelas  sebagai  locus

                           educationis  untuk  mengembangkan  karakter.  Satu  dimensi  penting  yang
                           menjadi  dasar  bagi  pengembangan  karakter  berbasis  kelas  adalah  kualitas


                                                                                             58 | 170
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65