Menjemput Akhir Ramadan dengan Amal Terbaik Kajian Pagi Ramadan SMA Negeri 10 Purworejo

Pagi itu, *Rabu, 12 Maret 2026, suasana di SMA Negeri 10 Purworejo terasa lebih khidmat dari biasanya. Udara pagi yang masih segar menyertai langkah para guru dan karyawan yang telah bersiap memulai aktivitas. Sebelum kegiatan sekolah berjalan seperti biasa, mereka mengikuti *Kajian Pagi Ramadan yang dilaksanakan singkat namun penuh makna, mulai pukul 07.30 hingga 07.39 WIB.

Kajian pagi tersebut merupakan kajian ketiga yang disampaikan oleh Pak Fauk selama Ramadan tahun ini. Meski berlangsung kurang dari sepuluh menit, tausiyah yang beliau sampaikan mampu menghadirkan pengingat spiritual yang mendalam bagi seluruh peserta.

Mengawali kajian, Pak Fauk mengingatkan bahwa setiap perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Ia menyampaikan dalil dari Al-Qur’an yang menegaskan bahwa sekecil apa pun amal manusia, baik maupun buruk, akan mendapat balasan.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari tanggung jawab moral di hadapan Allah. Karena itu, setiap muslim hendaknya berusaha menjalani kehidupan dengan memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi larangan-Nya.

Dalam kajian tersebut, Pak Fauk juga menekankan bahwa salah satu tugas penting manusia adalah saling tolong-menolong dalam kebaikan. Sikap saling membantu, peduli, dan bekerja sama dalam kebajikan merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah.

“Jangan sampai kita justru melanggar larangan Allah. Sebaliknya, kita harus membiasakan diri untuk saling menolong dalam hal yang baik,” pesan beliau kepada para guru dan karyawan yang mengikuti kajian pagi itu dengan penuh perhatian.

Suasana kajian semakin reflektif ketika Pak Fauk mengingatkan bahwa Ramadan kini telah memasuki hari-hari terakhir. Waktu yang tersisa di bulan penuh berkah ini semakin sedikit, sementara kesempatan untuk meraih pahala yang berlipat ganda begitu besar.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Fauk menyampaikan sebuah hikmah yang sering diungkapkan para ulama tentang kemuliaan Ramadan. Para ulama menggambarkan bahwa ketika Ramadan berakhir, seakan-akan langit, bumi, dan para malaikat ikut bersedih karena berpisah dengan bulan yang penuh keberkahan itu. Ungkapan ini menunjukkan betapa mulianya Ramadan, bulan ketika doa-doa lebih mudah dikabulkan, sedekah diterima dengan keberkahan, dan pahala amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Pak Fauk kemudian mengajak seluruh peserta kajian untuk merenungkan pertanyaan sederhana namun mendalam. “Jika digambarkan bahwa langit dan para malaikat saja bersedih ketika Ramadan berakhir, lalu apakah kita juga merasakan kesedihan itu?” ujarnya.

Menurut beliau, yang paling pantas bersedih atas berlalunya Ramadan adalah manusia itu sendiri, karena belum tentu setiap orang diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan pada tahun berikutnya.

Namun kesedihan itu tidak dimaksudkan sekadar untuk meratap. Para ulama menasihatkan bahwa air mata yang paling pantas ditumpahkan bukan karena Ramadan akan pergi, tetapi karena rasa takut jika kita tidak lagi dipertemukan dengan Ramadan di masa mendatang.

Pesan tersebut menjadi pengingat yang menggugah hati. Ramadan memang akan datang kembali setiap tahun, tetapi tidak ada jaminan setiap orang akan kembali menjumpainya.

Menutup kajian singkatnya, Pak Fauk mengajak seluruh keluarga besar SMA Negeri 10 Purworejo tak terkecuali Ibu Ruri Purnamawati, Kepala SMAN 10 Purworejo untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan sebaik-baiknya. Hari-hari terakhir ini hendaknya diisi dengan memperbanyak ibadah, memperdalam kebaikan, memperbanyak sedekah, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kajian pagi yang berlangsung singkat itu pun meninggalkan kesan mendalam. Di tengah kesibukan aktivitas pendidikan, momen tersebut menjadi oase spiritual yang menyejukkan hati, mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi kesempatan berharga untuk memperbaiki diri.

Semoga semangat kebaikan yang tumbuh selama Ramadan tidak berhenti ketika bulan suci ini berlalu, melainkan terus hidup dalam setiap langkah dan pengabdian, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Disarikan oleh Yuni Raraswati

  • Related Posts

    Hangat Idulfitri, Kuatkan Komitmen: Hari Pertama Masuk Kerja di SMA Negeri 10 Purworejo

    Purworejo, 25 Maret 2026 —Pagi itu, tepat pukul 07.00 WIB, halaman SMA Negeri 10 Purworejo kembali hidup. Setelah jeda Idulfitri 1447 Hijriah, para guru dan karyawan datang dengan wajah cerah…

    Jejak Amal di Pagi Ramadan Reportase Kajian Pagi Terakhir sebelum Cuti Bersama Idulfitri di SMA Negeri 10 Purworejo

    Suasana pagi di halaman SMA Negeri 10 Purworejo pada Selasa, 17 Maret 2026, terasa berbeda. Udara masih segar, sinar sang surya lembut menghangatkan menyatu  nuansa Ramadan yang menenangkan. Para guru…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Hangat Idulfitri, Kuatkan Komitmen: Hari Pertama Masuk Kerja di SMA Negeri 10 Purworejo

    Hangat Idulfitri, Kuatkan Komitmen: Hari Pertama Masuk Kerja di SMA Negeri 10 Purworejo

    Jejak Amal di Pagi Ramadan Reportase Kajian Pagi Terakhir sebelum Cuti Bersama Idulfitri di SMA Negeri 10 Purworejo

    Jejak Amal di Pagi Ramadan Reportase Kajian Pagi Terakhir sebelum Cuti Bersama Idulfitri di SMA Negeri 10 Purworejo

    Menjemput Ampunan di Sepuluh Malam Terakhir Kajian Pagi Ramadan SMAN 10 Purworejo

    Menjemput Ampunan di Sepuluh Malam Terakhir Kajian Pagi Ramadan SMAN 10 Purworejo

    Menjemput Akhir Ramadan dengan Amal Terbaik Kajian Pagi Ramadan SMA Negeri 10 Purworejo

    Menjemput Akhir Ramadan dengan Amal Terbaik Kajian Pagi Ramadan SMA Negeri 10 Purworejo

    Jejak Ilmiah dalam Ayat Suci Al Quran:Hikmah Kajian Ramadan di SMAN 10 Purworejo ini

    Jejak Ilmiah dalam Ayat Suci Al Quran:Hikmah Kajian Ramadan di SMAN 10 Purworejo ini

    Menjemput Cahaya Ramadan di Ruang Pengawas:

    Menjemput Cahaya Ramadan di Ruang Pengawas: