Purworejo, 25 Maret 2026 —Pagi itu, tepat pukul 07.00 WIB, halaman SMA Negeri 10 Purworejo kembali hidup. Setelah jeda Idulfitri 1447 Hijriah, para guru dan karyawan datang dengan wajah cerah dan semangat baru. Saling sapa, jabat tangan, dan senyum yang mengembang menjadi pemandangan hangat yang menandai dimulainya kembali pengabdian di dunia pendidikan.
Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dilaksanakan di depan hall sekolah. Barisan rapi para pendidik dan tenaga kependidikan menjadi simbol kesiapan untuk kembali mengemban amanah sebagai abdi negara sekaligus pelayan pendidikan masyarakat.
Dalam amanatnya, Kepala SMA Negeri 10 Purworejo, Ibu Ruri Purnamawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ucapan Selamat Idulfitri 1447 Hijriah secara pribadi maupun kelembagaan. Dengan penuh ketulusan, beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan, baik yang disadari maupun tidak disadari.
“Mari kita jadikan Idulfitri ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, meningkatkan kompetensi, dan menguatkan komitmen dalam menjaga amanah pengabdian kepada negeri serta memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.”
Beliau juga menegaskan bahwa setiap imbauan, termasuk dorongan untuk segera menuntaskan tugas, merupakan bagian dari upaya menjaga amanah. Sebuah pesan yang mengingatkan bahwa tanggung jawab sebagai pendidik tidak hanya soal tugas administratif, tetapi juga komitmen moral dalam memberikan yang terbaik bagi peserta didik.
Apel pagi ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Faruqul Haq, Guru Pendidikan Agama Islam. Suasana khusyuk menyelimuti seluruh peserta apel, seakan menguatkan harapan agar langkah pengabdian ke depan senantiasa diberi kelancaran dan keberkahan.
Sebelum apel berakhir, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Hesti Nurcahyo, menyampaikan permohonan dukungan kepada Bapak dan Ibu Wali Kelas X. Pada hari pertama ini, para wali kelas dijadwalkan melaksanakan piket kebersihan sekaligus memantau dan membimbing siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan.
Hari pertama masuk kerja ini bukan sekadar rutinitas yang kembali berjalan. Lebih dari itu, ia menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen bersama bahwa pendidikan adalah panggilan hati, dan setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini adalah bagian dari ikhtiar besar mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dari halaman sekolah yang sederhana, semangat itu kembali dinyalakan: mengabdi dengan hati, mendidik dengan ketulusan, dan melangkah dengan tekad yang diperbarui.
Disarikan oleh
Yuni Raraswati, Guru Bahasa Indonesia





